Sunrise Bukit Panguk Kediwung, Wisata Alam Baru di Jogja

lokasi liburan wisata di yogyakarta
Monica
Bukit Panguk Kediwung merupakan salah satu spot sunrise terbaik di Jogja. Dikatakan terbaik dikarenakan sering adanya kabut tebal yang menyerupai awan.

Jika cuaca bagus, maka kita akan mendapat 3 pemandangan yang memanjakan mata, yaitu Sunrise, Perbukitan yang membentang luas dan dipadu dengan kabut. Maka, pemandanga, di Bukit Panguk ini begitu eksotis dan mempesona.

Nah, trip Kali ini Marman Tour mendapat kepercayaan menemani 2 cewek traveller dari Singapura untuk melihat Sunrise di Bukit Panguk Kediwung.

Sebenarnya tempat ini adalah objek wisata baru di Jogja, dan termasuk sebagai wisata alam. Karena, secara resmi Bukit Panguk Kediwung di buka pada bulan Juli 2016 yang lalu.

Jika di lihat dari usia dalam dunia wisata tempat ini masih sangat baru.



Lokasi Bukit Panguk Kediwung

Lokasi Bukit Panguk Kediwung terletak di sebelah tenggara Kebun Buah Mangunan, lebih tepatnya di desa kediwung, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul - Yogyakarta. 


Dari Pintu Masuk Kebun Buah Mangunan lurus saja melewati Jurang Tembelan, lalu belok kanan dan mengikuti petunjuk arah.

Pesona Sunrise di Bukit Panguk Kediwung

Pesona Sunrise di Panguk Kediwung menyuguhkan 2 keindahan:

Pertama
Sunrise Bukit Panguk Kediwung muncul di balik garis Horison perbukitan Gunung Kidul yang berada di seberang Sungai Oya, peristiwa sunrise ini sering dihiasi dengan munculnya kabut eksotis sangat tebal menyerupai awan putih yang membentang antara kedua bukit tersebut. 

Dengan munculnya kabut eksotis di Bukit Panguk Kediwung ketika sunrise, membuat suasana seperti terasa berada diatas awan, maka tempat ini juga sering disebut dengan istilah wisata Negeri diatas awan.

Kedua
Disini kita dimanjakan dengan view alam Jogja berupa perbukitan hijau yang membentang luas dari wilayah Dlingo Bantul hingga perbukitan Gunung Kidul. Dan antara Kedua perbukitan tersebut dipisahkan oleh aliran Sungai Oyo. 

Meskipun kadang aliran sungai Oya tertutup oleh kabut, namun suara aliran airnya dapat terdengar dengan jelas sampai diatas spot. Selain itu di barengi dengan suara kicauan burung sehingga tercipta suasana alam dipagi hari yang membuat suasana hati sangat damai.

Perjalanan ke Bukit Panguk Kediwung

Jam 04.00 Kami jemput mereka di Salah Satu Hotel di kawasan Malioboro-Yogyakarta, dimana tempat mereka menginap. 

Memang pagi sekali karena perjalanan ini mengejar sunrise, dan Lama perjalanan untuk mencapai Bukit Panguk Kediwung ini memerlukan waktu sekitar 1 - 1,5 Jam.

Perjalanannya melalui Jl. Imogiri timur, Setelah melewati Makam Imogiri (Makam Raja-Raja Mataram) jalanan sangat sepi dan Kondisi aspal yang bergelombang, banyak tikungan, tanjakan dan turunan.

Dengan kondisi jalan tersebut maka, kami berkendara dengan sangat berhati hati. 

Setelah melewati Kebun Buah Mangunan, jalanan sangat sempit, banyak aspal yang berlobang dan hanya dapat dilalui satu mobil saja, sehingga jika berpapasan dengan mobil lain terpaksa salah satunya harus mengalah. 

Semoga dengan semakin ramainya pengunjung Bukit Panguk Kediwung, maka untuk kedepannya akses jalanan disini sepertinya harus diperbaiki.

Jam 5 pagi kami tiba di Bukit Panguk Kediwung dengan keadaan masih gelap dan dingin, dari tempat parkir kendaraan hanya berjarak sekitar 25 meter saja menyusuri jalan setapak di bawah pohon-pohon jati untuk menuju ke spot paling selatan yang terbuat dari bambu dan kayu. 


Kabut di Bukit Panguk Kediwung Sanggup Menghipnotis

Kami langsung menuju ke Spot paling Kanan, paling ujung selatan yang terbuat dari Bambu. Kami menyusuri jalan setapak yang kebetulan jalan tersebut agak menurun.

Belum sampai tepat di spot pertama salah satu traveller dari Singapore tersebut yang bernama Agnes tiba-tiba berteriak kegirangan dengan agak keras “WOOOWWW….”

lokasi liburan wisata di yogyakarta
Monica di Spot paling timur yang terbuat dari Bambu
Ternyata Agnes terhipnotis dengan pesona Pemandangan yang luar biasa indah, warna langit yang temaram berwarna biru gelap dengan sedikit gradasi oranye. 

Sejauh mata memandang terhampar perbukitan yang bersap-sap berwarna hijau, dan yang menjadikan luar biasa adalah kabut putih seperti hamparan kapas yang berada di bawah menyelimuti perbukitan tersebut, sehingga terasa berada diatas awan.

Udara pagi yang sangat sejuk dan segar, ditambah terdengar perpaduan antara kicauan burung dan gemercik suara aliran sungai opak yang melintas dan membelah perbukitan tersebut, semakin menambah sedap  alam Jogja yang sungguh luar biasa ini.

Setelah sampai di Spot pertama yang terbuat dari bambu, mereka sangat menikmati dan langsung Turn on the Camera untuk ber-Selfie. Kebiasaan gadis cantik, muda dan belia serasa makan ikan asin tanpa sambal dan lalap, jika tanpa ber-Selfie ria.. heee  yah begitulah…

Setelah bebarapa saat karena sibuk dengan foto-foto tidak disadari kabutpun semakin tebal. Hal ini bukannya memperburuk keadaan, akan tetapi dengan semakin tebalnya kabut, maka semakin menambah Eksotis.

Lagipula meraka pun sudah tidak mempedulikan lagi apakah ada sunrise atau nggak, yang kebetulan pagi itu langit sedikit mendung sehingga menutupi sunrise.

Setelah selesai dengan spot pertama kemudian melanjutkan mengelilingi ke spot yang lainnya, masih ada 4 Spot lagi choiii…  karena mau mencoba menikmati keindahan Panguk Kediwung dari setiap sudut yang berbeda, sayang kalau dilewatkan begitu saja.


Tersedia Makanan dan Minuman di Bukit Panguk Kediwung

Memang di sekitar Panguk Kediwung sudah banyak warung sederhana yang terbuat dari bambu.

Jam 6.30 kami pun kemudian istirahat di warung minum kopi dan sedikit sarapan dengan mie rebus dan ngobrol dengan pemilik warung sambil menikmati suasana wisata alam Jogja ini. 

Menurut Pemilik warung bahwa kabut kali ini tidak terlalu tebal, dan jika kabut sangat tebal akan sangat luar biasa keEksotisannya, seperti Hamparan Kapas yang sangat luas….

Kebetulan angin saat ini juga sedikit kencang, sehingga mebuyarkan kabut. Jika angin tidak bertiup kencang maka kabut mampu bertahan lebih lama. Dan jika cuaca cerah, maka srengenge "bahasa jawa yang artinya matahari" terlihat Nyeplok seperti Kuning Telor ceplok.

Dari pemilik warung juga kami mendapat informasi bahwa tempat wisata alam di jogja selain Panguk Kediwung ini masih ada view point untuk sunset yang sangat dekat dari Bukit Panguk yaitu Bukit Mojo dan Jurang Tembelan.   

Setelah puas dengan sarapan dan minum kopi, Jam 7 tepat kamipun pamitan kepada pemilik warung dan melanjutkan Menuju ke Goa Jomblang dan Pantai Timang, dengan extra visiting Hutan Pinus.

See you later Panguk Kami akan kembali lagi untuk menantikan kabut tebalmu yang bagaikan hamparan Kapas sangat luas.
logoblog

No comments:

Post a Comment

Ikuti Artikel Terbaru